Per-FAKE Social Media Life


Seberapa banyak kita berbohong dalam kehidupan bersosial media?, atau sebaliknya seberapa jujurkah kita dalam bersosial media?
terkadang kita terjebak dalam kehidupan yang kita ciptakan dalam dunia maya, tanpa sadar kita melakukan kebohongan seakan akan kebohongan sudah menjadi hal yang wajar bahkan wajib didalam dunia maya, menciptakan seseorang atau kehidupan yang sebenarnya sama sekali bukan diri kita dan kehidupan yang sedang kita jalani.

Banyak hal yang membuat kita terseret dalam arus kebohongan yang kita berikan pada sosok yang kita ciptakan, kemudian dalam dunia ini kita dipuja dan dipuji (ya semua orang akan senang jika di puji), lalu ingin terus diperhatikan hingga haus dengan kepopuleran di dunia maya. kebohongan terhadap sosok pribadi dalam kehidupan bersosial media terus dipoles apalahi ditambah makin banyak hal hal instan untuk mendukung peran yang kita jalani hingga akhirnya kita kehilangan jati diri.

Perilaku menyimpang yang tanpa sadar kita alami salah satunnya merasa resah jika tidak ada yang memberikan kita pujian dalam status/foto yang kita posting minimal sebuah jempol/like, tak jarang yang tua merasa menemukan sosok muda mereka dalam kehidupan ini, serta yang muda terlalu mencurahkan semua kehidupan pribadinya (dan tetep dipoles biar enak dan dramatis ala sinetron).
kisah lalin dalam video ini contohnya, dirinya sudah terbiasa bahkan nyaman dengan kehidupan dalam dunia mayanya, kehidupan yang ia ciptakan dalam baris baris kata dan foto foto yang ia posting setiap harinya, dan kemudian ia terjerumus dalam sosok sempurna yang dia ciptakan.

Kalimat "menjadi diri sendiri" seakan akan sebuah hiasan dari kebohongan, peran terus dimainkan dipoles hingga mengkilat membuat siapapun yang sempat membaca bahkan mengikuti kisah kehidupannya didalam bersosial media menjadi silau dengan sebuah kebohongan.
yang akhirnya ia harus dihadapkan dalam sebuah posisi untuk menghadapi sebuah kenyataan akan dirinya serta kehidupannya saat ini, resah hingga rasa takut menghampiri karna yang selama ini yang dipikirkan oleh orang lain (dalam dunia maya) adalah sosok yang ia ciptakan yang bukanlah dirinya.
nah dalam kehidupan kita saat ini, mengikuti trend hingga pamer yang menjadi sifat dari sosok yang kemudian kita ciptakan makin lama makin melahap jati diri kita. hingga ketika semua orang mengenal siapa kita sebenarnya dalam kehidupan nyata dan takut mereka kecewa, marah, hingga mengolok-olok karna semua drama dalam kehidupan khayalan ala negeri dongeng telah usai. yang paling berbahaya adalah kita sudah tidak mengenal diri kita sebenarnya, kehidupan yang kita jalani ibarat mimpi karna sebuah kenyataan hanyalah pada kehidupan maya, dan akhirnya kita menjadi orang asing untuk kita sendiri.

Ah sudahlah hidup yang penting hidup ini media sosial bukan dinas sosial setiap orang punya hak untuk menentukan kehidupan ala dongeng apa yang akan dia ciptakan dan siapa sosok yang akan dia perankan. jadi How per(FAKE) Is Your Social Media Life?

Eko Putra Nasaru

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

No comments:

Post a Comment