(OOT) Pohon Dipinggir Jalan

Kepadatan jumlah kendaraan disuatu daerah yang sedang berkembang memang tidak bisa dihindari setiap tahun jumlah kendaraan bermotor tiada hentinya bertambah dan jika sudah seperti itu maka cara yang yang dianggap terbaik adalah dengan melakukan penambahan panjang jalan, melakukan pelebaran atau bahkan membuat jalur alternatif setidaknya hal hal ini yang mampu dikerjakan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di masa yang akan datang.

sumber @rudepost


tapi tunggu dulu seperti kata pepatah ada banyak jalan menuju Kota Gorontalo (eh roma), tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengatasi masalah kepadatan tersebut seperti cara yang saya sebutkan diatas, ada beberapa aspek yang saya kira harus dilakukan terlebih dahulu seperti

  • perbaikan dan peningkatan pengelolaan transportasi umum seperti angkot. Dimana angkot ini seolah olah dibiarkan untuk membuat terminal (ponggo) yang seharusnya itu melanggar peraturan seperti yang terjadi disekitar kawasan Telaga Mart sehingga pada waktu waktu tertentu sering terjadi kemacetan padahal tidak jauh dari tempat tersebut ada pos LLAJ dan juga pos SATLANTAS entah buta atau apa para supir nakal ini tetap seenaknya berbaris memenuhi jalan, ditambah fungsi terminal yang masih perlu juga menjadi perhatian 
  • mengoprasikan kembali bus Trans Hulondalangi dengan peningkatan jam operasional dan juga rute yg akan dilalui mengingat saat ini Bus Trans Hulondalangi seakan akan mati tak terurus menunggu dia berkarat, padahal pengadaan alat transportasi ini memakan anggaran yang tidak sedikit.
  • dan perbaikan jalan jalan yang rusak, masih banyak jalan jalan yang rusak salah contohnya di jalan andalas, kalo dipikir kawasan tidak sedikit kendaraan yang melalui jalan tersebut namun kondisi jalan yang rusak seakan akan dibiarkan.

jika hal hal ini dilakukan tapi tetap dinilai masih belum mampu menghilangkan kekhawatiran akan kemacetan maka yang dinilai paling ampuh (yg masih bisa dilakukan pemerintah) yaitu penambahan panjang jalan, melakukan pelebaran atau bahkan membuat jalur alternatif (itu pun jika memang kepadatan jumlah kendaraan dinilai sudah mengkhawatirkan). nah saat ini pemerintah Gorontalo memilih opsi untuk melakukan pelebaran jalan namun ada hal yang menjadi sorotan adalah dimana pohon pohon yang ada disepanjang jalan yang menjadi area pelaksanaan proyek pelebaran jalan tersebut disikat habis. miris jika solusi ini diambil untuk mengatasi masalah tapi pohon yang ada di sepanjang dibabat habis.

hal itu mengakibatkan suhu cuaca panas terasa lebih spesial disepanjang jalan tersebut ditambah lagi kelestarian lingkungan yang ada disepanjang jalan ini terganggu. dalam hal ini saya pribadi menilai kurang tepat jika pemerintah terpaksa harus menebang pohon untuk kelancaran proyek tersebut seharusnya pemerintah juga memperhatikan masalah lingkungan dengan melakukan penanaman pohon sebelum melaksanakan penebangan pohon untuk menjaga ekosistem tumbuhan dan juga kelestarian yang ada, mengingat akibat dari ditebangnya pohon disekitar jalan tersbut dan ditambahlah banyak aspek aspek yg belum diperbaiki disini saya menilai pemerintah terlalu terburu buru  dalam mengambil keputusan.

pemerintah juga seharusnya lebih kreatif dalam mengatasi masalah jika pelebaran jalan ini dilakukan karna kepadatan jumlah kendaraan, seharusnya pemerintah bisa menghambat proses pertumbuhan kendaraan bermotor tersebut dengan memasang pajak yang cukup tinggi untuk kepemilikannya itu pun jika hal ini sudah dirasa perlu seperti yang dilakukan oleh pemerintah China dalam mengatasi kemacetan akibat membludaknya kendaraan seperti motor dan mobil, dan kalo pun ada hal lain yang menjadi alasan proyek tersebut tetap saja pemerintah harus mencoba memperbaiki hal hal yang sudah saya jelaskan diatas dan pemerintah segera melakukan penanaman kembali pohon pohon disepanjang jalan atau di dekat rumah warga yang ada di sekitaran jalan tersebut.

"kenapa dengan pohon toh di jaman modern saat ini masalah pohon itu gampang", kira kira begitu tanggapan seorang teman ketika saya mengatakan protes dengan proyek pelebaran jalan tersebut. tunggu dulu coba pikir lagi baru baru ini saja ada gerakan dimana masyarakat menolak memaku pohon untuk keperluan iklan dan lain lain. "memaku" saja orang orang sudah pada protes nah ini sudah dibabat habis bagaimana kita bisa diam saja seolah olah itu menjadi hal yang harus kita terima dengan senang hati, ada beberapa fakta mengapa saya cenderung mempermasalahkan pohon ini selain cuaca yang lebih panas yaitu :
  1. Pohon menghasilkan 1,2 kg oksigen per hari. 1 (satu) orang bernafas perlu 0,5 kg oksigen per hari. Jadi 1 (satu) pohon menunjang kehidupan 2 (dua) warga dan menebang 1 (satu) pohon di kota berarti mencekik 2 (dua) warga.
  2. Akar pohon menyerap air hujan ke tanah sehingga tidak mengalir sia-sia. Kemudian mengikat air di pori tanah dan menjadikan sebagai cadangan air di musim kemarau, sehingga ketersediaan air tanah secara berkesinambungan tetap terjaga dan menjdaikan debit mata air, sungai dan danau tetap besar, serta tidak terjadi kekeringan pada musim kemarau dan pada musim penghujan bencana banjir tidak terjadi. Jadi menebang pohon di hutan atau di lereng gunung terutama di daerah tangkapan air / konservasi secara tidak terkendali dan tanpa usaha penanaman kembali, berarti mengundang bencana banjir bandang, serta mengakibatkan mata air, danau dan sungai menjadi kering. Kondisi seperti ini sangat tidak menguntungkan bagi pertanian di pedesaan.

dua hal diatas adalah sebagian kecil dari dampak jika pohon yang sudah ada kita tebang ada banyak lagi hal hal yang menjadi alasan kenapa kita harus menjaga kelestarian pohon yang ada. jadi ini bukan masalah gampang ato tidak, ini masalah akibat yang akan kita rasakan nanti terutama untuk masyarakat disekitarnya.

tentu kita harus berkaca dan mengakui tindakan walikota Soul  ibukota Korea Selatan Lee Myun Bak dimana di daerah Cheonggyecheon. Jalan layang diruntuhkan dan dilaksanakanlah program urban renewal senilai US$384 Juta ini. sekali lagi aspek lingkungan menjadi hal yang patut diperhatikan bahkan oleh negara maju seperti gambar dibawah ini (info )


Before

After

ini memang jaman modern tentu banyak hal menjadi mudah untuk dilaksanakan yang penting kita mengetahui cara pengelolaannya serta memikirkan kembali segala tindakan yang akan dilakukan, sekali lagi saya bukan menolak proyek ini tapi yang menjadi masalah adalah akibat dari proyek ini terhadap lingkungan. alangkah lebih enak jikalau pada pelaksanaan proyek pelebaran jalan tersebut pemerintah masih memperhatikan masalah lingkungan dengan menanam pohon sebagai pengganti dari pohon yang sudah dibabat habis tersebut.

tulisan yang serba kekurangan ini saya buat untuk menjawab pertanyaan rekan rekan mengenai sikap protes saya dan semoga masalah lingkungan bukan dianggap sepele hal oleh kita, tapi setidaknya kita menjaga apa yang sudah kita miliki agar nantinya kita tidak mengeluh dan menyesal dikemudian hari. :)

Eko Putra Nasaru

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.

1 comment:

  1. ane sepakat, ini karna perencanaan tatakota yg buruk oleh pemda... tp ane kmrin smpat dengar ada solusi untuk kemacetan dng kepadatan kendaraan di jln limboto raya, pemprov akan mmbangun outer ring road, dari bandara menuju kota gtlo,.
    klu soal pohon yg ditbng, ane jg smpat berkicau di twitter, mmng sngat disayangkan apagi umur pohon yg so lebih dari 2 tahun di tanam.., padahl pohon yg dipinnggir jalan bisa membantu pengendara untk setidaknya terhindar dari panas matahari.. jgn tanya knpa orng malas pke speda di gtlo, karena dp jalan yg panas sma dng lapangan bola.. kira kira bgtu :D :D

    ReplyDelete